Skip to main content

Kasta Dalam Perspektif Masyarakat Kei

Daniel Rahakbauw (DR)

Dalam struktur kehidupan masyarakat kei pada umumnya dikenal dengan sistem pengolongan dalam masyarakat yang dikenal dengan sistem kasta. 

Pengertian kasta pada masyarakat tradisioan kei tidak dapat ditarik sejajar dengan sistem kasta di Bali, juga tidak dapat disamakan dengan pembagian golongan masyarakat di Eropa pada masa revolusi Industri di Inggris (Borjois dan Proletar). Karena apabila ditelusuri, substansi penggolongan berbeda. Kasta pada masyarakat tradisional kei lebih berdasarkan jasah, keperibadiaan, tata aturan, hukum, adat istiadat, Budaya, kepemimpinan serta sejarah. Struktur kekerabatan pada masyarakat kei dapat dibagi atas tiga golongan atau kelompok sebagaimana yang kita tau bersama bahwa:

Golongan pertama adalah Mel-Mel. Strata teratas ini dapat dikatakan sebagai bangsawan yang kekuasaanya mutlak dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. Yang termasuk dalam golongan ini adalah mereka yang pendatang dan juga penduduk asli. Bangsawan penduduk asli disebut Mel Nuhu Duan, dan bangsawan pendatang disebut Mel Kasil Tahit. Pendatang ini mereka diangap dan ditempatkan pada kedudukan Mel-Mel karena mereka diangap oleh penduduk asli sebagai orang yang lebih pintar,pandai dalam melakukan sesuatu sehinga penduduk asli serakan kepada mereka sebagai pimpinan.

Golongan kedua adalah Ren-Ren. mereka merupakan strata menengah dan mereka sebagai penduduk asli dalam suatu wililaya, karena mereka yang pertama tiba disuatu wilayah, kata Ren itu sendiri berarti Induk dari suatu masyarakat.peranan ren juga dapat bersama sama dengan mel menjalankan roda pemerintahan dan ren itu sendiri biasanya berkedudukan sebagai tuan tanah. Ren sering diungkapkan oleh masyarakat sebagai pohon atau induk sebuah pohon yang darinya hidup bagian atasnya yaitu golongan mel.

Golongan ke tiga yaitu Iri-Ri. kata iri-ri itu sendiri berarti "akar", yang berhubungan dengan pohon yang dimana akarnya mencari zat/makanan untuk pohonya. iri-ri ini mereka dapat dikatakan sebagai golongan yang selalu ditindas dan mereka tidak memiliki kebebasan sepenuhnya karena mereka harus bekerja untuk tuanya.

Perlu diketahui bahwa; Kasta dalam struktur kehidupan masyarakat kei, tingkat pendidikan ataupun kekayaan yang dirai seseorang tidak akan memberikan kemungkinan derajatnya naik dalam sistem kasta. Sedangkan staratifikasi jika seseorang yang dulunya miskin dan kemudian ia menjadi kaya derajatnya akan naik dalam strata sosial. Jadi stratifikasi lebih mengutamakan ekonomi dan penghasilan seseorang.

Ambon 30 Maret 2020
Daniel Rahakbauw

Comments

Popular posts from this blog

Hubungan pela (Tea Bel) Masyarakat Kei dan Masyarakat Gorom

Daniel Rahakbauw & Siti Fajar Retob  Beranjak dari kekayaan budaya dan kearifan lokal (local wisdom) serta memiliki keindahan alam yang menjadi pusat perhatian masyarakat local, masyarakat nasional bahkan sampai pada masyarakat Internasional. Masyarakat kei memiliki hubungan (ikatan) yang erat dengan masyarakat yang mendiami pulau Gorom. Kedekatan inilah yang disebut dengan hubungan pela (Tea Bel) yang ada selama ratusan tahun yang lalu. Dalam sistem kemasyarakatan pela merupaka pranata sosial yang dimana tujuanya untuk memperkuat dan menjalin hubungan antara masyarakat satu dan masyarakat lain, desa satu dan desa lain, pulau satu dan pulau lain. Pela telah dikenal jauh sebelum datangnya orang-orang barat ke maluku. Dikatakan bahwa ikatan persekutuan yang kemudian dikenal dengan nama pela (Tea Bel) memperoleh perkembangan lebih lanjut dalam arti ikatan persekutuan itu maka diperoleh lagi setelah invansi orang-orang barat ke maluku. Hubungan pela antara masyarakat K...

Ritual adat desa waurtahait sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus corona

Daniel Rahakbauw  (DR) Sampai saat ini virus corona masih menjadi tereding topik bagi setiap permbicaraan masyarakat, baik dalam skalah internasional, nasional bahkan dalam kehidupan lokal masyarakat. Dalam upaya pemberantasan corona di Indonesia, pemerintah berusaha mengunakan segala cara untuk mencegah penyebaran virus corona di republik ini. Hal ini pula dilakukan di salah satu desa yang berada di pulau kei besar Kabupaten Maluku Tenggara yaitu desa waurtahait. Cara yang mereka lakukan agak berbeda yaitu; dengan mengunakan ritual adat sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus corona. Dalam perspektif masyarakat desa waurtahait wabah seperti ini pernah dialami oleh leluhur mereka dalam beberapa dekade lalu, yang dalam bahasa setempat disebut "web". Dari sisi historis, desa Waurtahait merupakan satu desa yang terdifusi seiring perpindahan masyarakat dari desa Waur. perpindahan tersebut sebagai suatu alasan untuk menjaga batas wililayah bagian Utar...